Djarum

Ketika Bos Djarum Membeli Klub Sepakbola Italia

Baru-baru ini kabar mengejutkan datang dari dunia bisnis dan olahraga. Michael Bambang dan Robert Budi Hartono yang merupakan dua bersaudara pemilik perusahaan Djarum, membeli sebuah klub di Italia. Como 1907,  klub Serie C Italia telah diakuisisi oleh SENT Entertainment Ltd, yang merupakan anak perusahan Djarum.

Bukan hanya kali ini saja pengusaha indonesia membeli saham klub luar negeri. Erick Thohir, PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) milik Yusuf Mansur, dan Bakrie Group adalah beberapa pengusaha yang tercatat pernah memiliki saham klub sepakbola luar negeri.

Djarum LA

Tentu kabar pembelian klub Como 1907 adalah angin segar untuk persepakbolaan indonesia. Tak naif tentunya bila semakin besar saham yang dimiliki pengusaha di klub luar negeri, akan memudahkan pemain-pemain asal indonesia untuk mengembangkan karir disana.

Keputusan pembelian klub Como 1907, saya pikir adalah jalan lain yang coba ditempuh Perusahaan Djarum untuk mengembangkan potensi bidang olahraga di Indonesia. Ya, kita tahu bahwa perusahaan Djarum sebagai suatu perusahaan yang bergerak di industri rokok ini, niat baiknya selalu dipandang buruk oleh sebagian kelompok masyarakat anti rokok. Soal Audisi PB Djarum kemarin, misalnya.

Apalagi nantinya akan ada kerja sama antara klub ini dengan PSSI guna pengembangan sepak bola. Nantinya klub yang bermarkas italia ini akan menjadi rumah bagi Tim Garuda Selection II di Eropa. Tim yang berisi anak-anak muda berbakat itu bisa berlatih di Stadion milik klub Como 1907.

Investasi yang dilakukan perusahaan Djarum di klub Como 1907 merupakan langkah cerdik. Di dukung pula dengan markas klub yang berada di daerah potensial nan strategis. Apabila klub ini dikelola dengan sehat dan bagus, bukan tidak mungkin nantinya klub ini bisa kembali ke kancah Serie A. Dan membuka peluang untuk pesepakbola indonesia menembus karirnya di Italia.

Egy Maulana Vikri, Firza Andika, Hambali Tholib, dan beberapa lainnya adalah pesepak bola yang beruntung bisa menjajal karir di Eropa. Dan kita tentu mengharapkan adanya nama-nama baru, anak-anak muda baru yang bisa mengharumkan nama indonesia.

Saya pikir untuk mewujudkan itu semua, butuh dukungan semua elemen masyarakat. Apa yang dilakukan perusahaan Djarum saya pikir adalah upaya membuka jalan lebar untuk karir pesepakbola-pesepakbola potensial dari indonesia. Jadi tak perlu rasanya mengulang kesalahan seperti pada Audisi PB Djarum, kemarin. Khususnya untuk kelompok-kelompok yang  mendiskreditkan upaya-upaya mereka yang peduli dan coba membuka jalan anak indonesia untuk meraih mimpi.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :