orang merokok

Malas Bergerak itu Berbahaya, Tapi Cuma Rokok yang Disebut Begitu

Ada suatu fakta menarik hasil peneletian kedokteran yang agaknya bisa membuka mindset (khusunya: kelompok anti rokok) untuk tak melulu membangun narasi medeskriditkan para perokok. Bahwa barangkali fakta ini nantinya bisa menjadi perenungan para kelompok anti rokok, untuk tak lagi memandang rokok sebagai sebab dari segala penyakit.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Andi Kurniawan, menyebutkan sebuah jurnal Lancet pada 2012 yang menyebutkan kalau “sitting is the new smoking”, alias: duduk adalah rokok versi baru. Tubuh yang tak bergerak dalam waktu lama akan merangsang penyakit hadir. Mencengangkan bukan? Duduk saja bisa mendatangkan penyakit. Apalagi harus diakui bahwa populasi orang ‘mager’ (males gerak) di indonesia terbilang cukup tinggi.

Sebetulnya, ada banyak hal yang berbahaya bagi tubuh, termasuk perasaan ‘mager’. Misalnya kebiasan begadang, mengonsumsi makanan-makanan tak sehat justru jadi pemicu utama penyakit dalam tubuh. Tapi lagi dan lagi, narasi yang selalu dibangun untuk menakut-nakuti selalu menggunakan rokok. Mau sampai kapan?

Orang yang mengidap penyakit paru-paru tak melulu disebabkan oleh rokok. ada beragam penyebabnya, misalnya karena polusi udara yang ada lingkungannya. Penyakit jantung juga tak melulu hadir karena perilaku merokok. Kecenderungan penyakit itu hadir karena pola hidup yang tak sehat dan bisa juga karena penyakit turunan. Tapi stigma yang dilahirkan di masyarakat selalu memandang bawa rokoklah sebab dari segala penyakit. Mau sampai kapan?

Tapi, sebelum semua itu terjadi, ada yang perlu saya lakukan terlebih dahulu. Saya besok perlu bangun lebih pagi untuk pergi ke indekos sahabat baik saya. Mengingatkannya untuk tak lagi menjadi pribadi yang ‘mager’. Dan kalau bisa, mengurangi kegiatan begadangnya. Itulah yang terpenting.

Atau bisa saja beberapa hari kedepan, saya yang akan membuat ‘kelompok anti mager’. Ya jelas tujuannya adalah untuk mengkampanyekan hidup sehat. Tapi, untuk membuat kelompok tersebut saya perlu belajar banyak dari ‘kelompok anti rokok’.

Yap, dari ‘kelompok anti rokok’ saya bisa mengambil beberapa pelajaran. Bahwa harusnya mengkampanyekan sesuatu tak boleh bersifat memaksa. Tak boleh menyalah-nyalahkan objek, apalagi sampai mendiskreditkannya. Tak boleh juga membatasi hak orang: untuk tetap mager, misalnya.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :