https://www.flickr.com/photos/130075348@N08/16875616060/in/photolist-rHeWHA-2cfkuGa-2eGo6AZ-26QG9aC-qQH6mn-D4q5eA-C9iTNc-CDBN67-Rc59Mb-2a45kdt-CQPxHu-CkqVJC-Ge4a54-rZLqJw-2i9jeKj-26UDZii-CYcg3k-2i9jbJV-rZP298-D6GvUP-CYqPyB-W3Yvvv-2bHcLJQ-2gftE6e-2dPxY5A-RLZ4HZ-24RoyyK-C9iGPD-2cLbeS5-2cECQZT-263w89h-2gtTSJp-Q9Us5X-2ikw5MP-2cE7jJf-qt8gWs-2aZsV1E-Kt73Md-26veriA-26veRBf-2ikuUoZ-qdE8zA-Mche3u-qvmDVf-2gbGEya-27ScJ4E-PSMrtr-YQRBck-Srfoo7-2g7Tv7i

Menaikan Cukai Adalah Cara Perlahan Mematikan Kehidupan Masyarakat

Kebijakan naiknya cukai selalu jadi bulan-bulanan masalah. Seperti pandangan keras yang dilontarkan oleh Ketua Komunitas Kretek, Aditia Purnomo menggambarkan bahwa apabila tarif cukai kembali naik di tengah pandemi adalah sebuah insiden terburuk, kiamat.

Ia pun menindaklanjuti alasan kenapa cukai dilarang untuk terus naik karena bagaimanapun juga pemasukan negara sudah cukup besar. Dan kali ini ditambah tarifnya terus naik, alhasil omong kosong belaka bilang cukai membuat sehat kantong negara. Justru bila ditinggikan tarifnya, konsumen dirugikan, pembelian rokok bakal berkurang dan ujung-ujungnya pemerintah menjadi ekstra menambal pemasukan negara.

Selain daripada konsumen yang dirugikan dan membuat pasar penjualan rokok layu. Juga pada industri rokok serta buruh yang sangat dirugikan sekali. Naiknya cukai tentu akan berimbas pada naiknya harga jual rokok hingga akhirnya mau tidak mau industri mesti menstabilkan penjualan. Pilihan akhirnya adalah memangkas jumlah pekerja.

Itu dari ranah tengah, turun lagi dari nasib para petani yang dicekik lantaran kuota pembelian tembakau maupun cengkeh berkurangi. Perusahaan rokok melakukan efesiensi memutuskan untuk tidak melakukan pembelian dalam jumlah banyak di daerah tertentu.

Dalam kondisi pandemi ini, kita tau negara sedang dilanda masa krisis ekonomi, tetapi bukan berarti jalan satu-satunya adalah menaikan harga cukai rokok. Yang ada malah buat para pelaku produksi rokok dibunuh secara perlahan.

Menurut Aditia, menerangkan bahwa penjualan rokok turun hingga puluhan persen. Terlebih, GAPPRI (Gabungan Perserikatan Pabrik Rokok Indonesia) menambahkan bahwa produksi rokok kalau tarif cukai naik diberlakukan perusahaan bakal kena penurunan penjualan sebesar 23%. Alhasil menyeret pada beberapa dampak, mempengaruhi serapan tenaga kerja, bahan baku, yang langsung kaitannya dengan para petani.

Untuk itu, Ia menegaskan bahwa pemerintah harusnya lebih banyak berpikir terhadap kepedulian masyarakat. Bukan cuma sibuk mengurusi pemasukan negara saja. Sebab, kemanusiaan lebih penting dari apapun dan di atas segalanya. Dan satu hal lagi, daripada negara pusing dan merugi nantinya, lebih baik pikirkan kembali wacana cukai rokok dinaikkan.

Komentar Anda