Mengenal Cerutu dan Peredarannya di Indonesia

cerutu

Cerutu adalah produk olahan tembakau yang berbentuk gulungan utuh daun tembakau kering hasil fermentasi. Cerutu dikenal sebagai salah satu produk hasil tembakau yang begitu mendunia. Bahkan ada beberapa tokoh yang dikenal erat dengan produk ini seperti Che Guevarra.

Tidak banyak yang tahu bahwa Indonesia juga memiliki pabrik cerutu. Pabrik ini merupakan pabrik tertua di Indonesia yang terdapat di daerah Yogyakarta yang bernama Taru Martani 1918 dan sudah berdiri sejak tahun 1918. Lokasinya berada di daerah Baciro Yogyakarta. 

Pabrik ini sudah memproduksi ratusan ton shag tembakau per bulan dan diekspor ke berbagai negara, seperti Amerika, Jepang, Belanda, dan Jerman. Cerutu ini dapat dikemas dengan berbagai bentuk dan merek. Pembeli juga dapat membeli cerutu tanpa merek dan bisa melabeli dengan merek sendiri-sendiri.

Merek Terkenal

Merek seri terkenal dari produk ini seperti Senator, Mundi Vector, Elcomercia, dan Cigarillos merupakan produksi dari Taru Martani.

Cerutu jelas berbeda dengan rokok biasa. Produk ini merupakan tembakau linting yang utuh yang difermentasikan dan dikeringkan, Ia menggunakan lembaran daun tembakau yang dilinting tanpa dicacah. 

Perbedaannya dengan rokok dapat terlihat jelas pada tampilan luarnya. Cerutu memiliki warna dominan coklat dari daun tembakaunya sendiri, dengan ukuran yang lebih tebal dan volume lebih berisi. Sedangkan rokok menggunakan papir yang berwarna, dimana tembakaunya dicacah yang dibalut dengan papir tersebut.

Perbedaan lain antara produk ini dan rokok juga terdapat dalam kandungan nikotinnya, produk ini memiliki kadar nikotin tinggi hingga 200 mg. Yang artinya, kadar nikotin dalam satu bungkus rokok biasa sama dengan satu batang cerutu. Durasi hisapnya juga lebih lama, seseorang bisa sampai satu jam untuk menghisap satu batang saja. 

cerutu

Cara Mengonsumsi

Cara mengonsumsi produk ini juga tidak sama dengan rokok. Asap cerutu tidak dihisap dan dimasukkan ke dalam paru-paru seperti rokok. Proses pembakarannya pun juga tidak sembarangan, melainkan dipotong dulu bagian ujungnya, baru kemudian dibakar. Ini menandakan cerutu butuh perlakuan yang istimewa. 

Jangan menghisapnya terlalu dalam, kecuali anda memang kuat dan perokok berat. Rasa dan sensasi juga bisa berangsur hilang dengan mematikan dan menghidupkannya lebih sering, maka dari itu disarankan untuk lebih berhati-hati lagi saat menikmatinya.

Sebelum menikmatinya, ada baiknya jika kita mengetahui lebih dalam lagi apa itu cerutu dengan berbagai jenis, bentuk, perlakuan, dan beberapa mereknya agar tidak hanya terjebak dalam kesan yang keren dan manly. Namun, kita juga bisa jadi lebih ahli mengetahui seluk beluknya. 

Bentuk dan Jenis Cerutu

Dari bentuk dan jenisnya. Yang pertama ada jenis Pyramid, jenis ini memiliki bentuk yang meruncing pada bagian ujungnya. Selanjutnya ada jenis Torpedo, jenis ini memiliki bentuk yang lebih familiar dengan ujung yang runcing dan closed feet yang tumpul dan tertutup, walaupun bentuk seperti ini sudah jarang diproduksi. Yang ketiga ada Panatela, bentuknya paling tipis dan berdiameter kecil. 

Selanjutnya jenis Perfecto, bentuk dari jenis ini mirip dengan Torpedo, namun menggembung pada bagian tengahnya. Lalu ada Corona, jenis ini paling umum dijumpai di berbagai bentuk, bagian ujungnya berbentuk tumpul. Yang terakhir ada Culebra yang berarti ular dalam bahasa Spanyol. Memiliki bentuk yang paling unik dibanding yang lainnya, dibuat dengan 3 batang jenis Panatela, lalu dikepang.

Bagi pemula yang ingin menikmatinya, usahakan mencari cerutu yang ringan dan enteng dengan bentuk dan diameter yang kecil, karena semakin besar bentuknya, semakin berat juga tarikannya. 

Harga dari produk ini juga tentu lebih mahal dari rokok biasa, satu batang cerutu bisa sampai 3 kali lipat dari rokok biasa. Selain itu, cerutu tidak mudah didapatkan cuma-cuma di warung biasa. Hal ini dikarenakan cerutu menggunakan kualitas tembakau yang berbeda dengan rokok biasa. Penikmatnya juga tidak sebanyak penikmat rokok biasa, maka dari itu tidak mudah mendapatkan barang ini di warung biasa.

Indonesia juga memiliki produk lokal yang tidak kalah dengan produksi luar negeri, produk lokalan ini banyak ditemukan di toko-toko tembakau. Seperti Djarum Cigarillos produksi Djarum, dengan isi 6 batang berharga 10 ribuan. Lalu ada Mundi Vector produksi Taru Martani dengan harga 20 ribuan berisi 10 batang. Juga ada Senator, dengan harga 60 ribuan per bungkusnya yang berisi 10 batang.

Lalu ada merek lokalan lain seperti Borobudur, Kenner Bolero, Ramayana, Adipati, dan lain sebagainya.

Setelah membaca penjelasan tentang cerutu di atas. Kita bisa mengetahui bahwa menikmati produk ini tidak semudah menikmati rokok biasa. Terdapat perlakuan khusus untuk dapat menghisapnya dengan nikmat.