Mengenal Papir Sebagai Kertas Rokok Yang Memiliki Sisi Historis Menarik

Mengenal Papir Sebagai Kertas Rokok Yang Memiliki Sisi Historis Menarik

Sebagai penikmat rokok, tidak selamanya dari kita merokok lewat kemasan produk rokok yang sudah jadi. Tentu ada juga yang masih dengan setia melangsungkan kebiasaannya lewat cara tingwe. Cara untuk penikmat tingwe adalah menggulung papir atau kertas rokok dengan tembakau dan bahan campuran lain hingga jadi bentuk rokok.

Namun tahukah para kretekus bahwa ternyata papir yang biasa dipakai sekarang ini mengandung sisi historis panjang di belakangnya? Ya, kalau sekarang sih, papir yang sering kita jumpai dengan sudah dapat dibedakan menjadi dua macam, ada papir manis dan papir tawar. Serta ada juga yang bermodelkan slow burn atau kertas yang tidak cepat terbakar saat rokok terjeda dari hisapan.

Tapi dulu, awal perkembangan adanya kertas rokok ini hadir di masa kolonial tahun 1532, tepatnya di negara Perancis yang kala itu dipimpin oleh Kaisar Napoleon. Salah seorang warganya bernama Pierre Lacroix yang kala itu memproduksi kertas rokok dalam skala besar.

Proses transaksi terjadi saat sang kaisar merasa gelisah dengan para prajuritnya yang menikmati tembakau saat bertempur menggunakan cangklong yang bahannya sangat rapuh, terbuat dari tanah liat. Akhirnya ia memerintah salah satu prajurit untuk membeli kertas papir dalam jumlah banyak dari pabrik Lacroix. Tidak lain adalah untuk mempermudah prajuritnya merokok walau sedang di medan perang.

Di era berikutnya pada tahun 1838 warga Perancis lain, memperkenalkan papir yang terbuat dari kertas beras tipis. Warga yang bernama Jean Bardou itu sekaligus juga mencatat penemuan tersebut dalam bentuk buku. Produk ini sangat popular yang dikenal oleh kalangan masyarakat setempat dengan logo JB. Yang pada proses adanya berdesain pada kertas tersebut dengan disisipi gambar berlian di tengah huruf, sehingga banyak orang menyebutnya dengan nama JOB.

Seiring berkembangnya jaman, dalam sejarah papir mencatat bahwa muncul inovasi yang cukup mutakhir lewat proses interleaving (zig zaging) oleh Braunstein bersaudara. Sehingga memunculkan perusahaan baru lagi yang bernama Zig Zag.

Tak kalah dengan itu, perusahaan keluarga milik Lacroix yang semula nama perusahaan tersebut berasal dari nama penemunya dan beralih nama menjadi Rizla, ikut pula berkembang pesat. Memunculkan berbagai varian ukuran, seperti Rizla King Size dan Blue King Size Slim.

Di Indonesia, saat ini bisnis papir juga sangat laris. Beberapa perusahaan rokok, sudah pasti memiliki papir dengan brandnya sendiri. Selain itu juga papir pun banyak beredar di kalangan penikmat tembakau dengan berbagai merek serta pilihan menarik. Nah, kalau sobat kretekus, kira-kira sudah coba papir yang mana aja?

Komentar Anda