Menggugat Malioboro sebagai Kawasan Tanpa Rokok

Malioboro resmi dikenalkan ke publik sebagai kawasan tanpa rokok per 12 November 2020. Momentum itu ditetapkan bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional. Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Purwadi mengatakan bahwa yang dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta sesuai dengan dasar hukum Perda No. 2 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Dendanya pun tak sembarangan. Kurungan satu bulan penjara atau biaya sebesar Rp7.500.000,-

Yang unik sebenarnya bukan dasar hukum atau dendanya melainkan dasar berpikirnya. Ia mengatakan bahwa asap rokok berpotensi langsung pada penularan Covid-19. Bukan hanya itu, melainkan juga terkait puntung rokok.

“Puntung rokok itu kan selalu masuk di mulut perokok. Kalau mulut perokoknya mengandung Covid-19, otomatiskan tersebar di mana-mana,” kata Heroe yang dilansir dari Tempo.co (14/11/2020).

Baca Juga: Puntung Rokok Tidak Menularkan Virus Corona

Roki lebih takjub lagi membaca pernyataan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Eni Dwiniarsih.

“Rokok kaitannya erat dengan mulut, rokok diambil dengan tangan kemudian ke mulut, padahal penularan Covid-19 bisa melalui mulut, hidung, dan mata, dan juga meningkatkan reseptor sel virus,” ujarnya yang dilansir dari Tempo.co (14/11/2020).

“Namanya orang merokok bisa jadi tidak langsung habis, terkadang diletakkan dulu di asbak atau tempat lain, pada posisi itu sangat terbuka kemungkinan rokok terkena droplet dari orang di sekitarnya,” tambah Eni lagi.

Rokok, Mulut, dan Droplet

Ya, karena rokok diisap melalui mulut, dan bagian tubuh tersebut bisa saja memberi jalan penularan Covid-19. Ini Roki yang gagal dalam memahami pemikiran beliau, atau gimana, ya?

Bagaimana jika orang-orang di sekitar Malioboro itu minum es teh atau kopi panas. Ditaruh dalam gelas, kemudian diseduh? Apakah sama eratnya dengan merokok?

Namanya orang minum dari gelas bisa jadi tidak langsung habis, terkadang diletakkan dulu di meja atau tempat lain, pada posisi itu sangat terbuka kemungkinan gelas terkena droplet dari orang di sekitarnya.

Bhaaa. Ya, kan?

Jadi, jangan pilih kasih juga dengan orang merokok. Mengapa hanya puntung rokok yang disalahkan? Gelas, botol plastik, sedotan, hingga peluit pun juga rentan terkena droplet dari sekitarnya.

Ketiadaan orang merokok di Malioboro tidak serta merta menghilangkan penularan Covid-19.

Komentar Anda