Olahraga: Ajang Taruhan Rokok Antar Kawan

Dalam sebuah kompetisi olahraga, para pendukung fanatik biasanya beradu akurasi tebak-tebakan skor dengan cara bertaruh uang atau rokok. Terlepas dari pro kontra soal halal haramnya taruhan dalam lingkup senang-senang ini, para pendukung klub olahraga, misalnya sepakbola, juga berdebat hingga otot-ototan untuk mendukung mati-matian klub kesayangannya.

Ada yang bertaruh dengan nominal uang yang kecil dari angka Rp. 10.000 hingga jutaan, puluhan juta bahkan nominal miliaran. Ada juga yang bertaruh rumah, mobil dan lain sebagainya. Pendukung fanatik tim-tim Eropa yang termasuk kategori garis keras,  mendukung mati-matian tim mereka sebagai bentuk kecintaan. Hal ini dilakukan untuk menghadirkan keseruan selama pertandingan.

Baca Juga: Ancaman FCTC bagi Perokok

Tetapi, apakah teman-teman pernah menemukan, bahwa perjudian dalam kompetisi olahraga tidak hanya bertaruh soal uang dalam nominal besar, tetapi ada pula yang bertaruh rokok jika tim kesayangannya kalah? Inilah hal yang menarik.

Sebagaimana kita tahu, kompetisi olahraga yang memacu perdebatan sengit, dimulai dari teknik permainan, koordinasi antar tim. timing serangan hingga pelatih yang sering dikritisi akibat tak mampu membawa tim sepakbola menuju klasemen papan atas adalah bahan pembicaraan selama pertandingan berlangsung. Para penonton biasanya menyimak komentator bola dengan kopi hitam, kacang atau jajanan ringan, dan tentunya rokok.

Taruhan Unik

Rokok adalah teman setia begadang para pendukung klub sepakbola. Rokok juga sering kali dijadikan bahan taruhan. Ada yang bertaruh eceran, satu bungkus hingga satu slop.

Tetapi, tidak ada yang tahu persis, sejak kapan tradisi taruhan produk ini menjadi budaya yang seru di masyarakat. Taruhan rokok ini juga ditemui dalam kompetisi lain, semisal pertandingan tinju, badminton, voli dan catur liga tarkam di kampung-kampung. Taruhan dengan menggunakan modal produk ini juga bagus untuk kesejahteraan tongkrongan. Walaupun ada pihak yang kalah, toh tetap bisa menikmati rokok tersebut.

Nah, persoalan selera rokok, seringkali orang memiliki selera rokok yang berbeda-beda. Alangkah lebih baiknya jika dalam sebuah ajang taruhan, merk dan jumlah taruhan ditentukan. Hal ini agar kedua belah pihak merasa adil dalam taruhan serta tidak ada yang merasa taruhannya terlalu murah ataupun terlalu mahal.

Baca Juga: Jangan Merokok saat Berkendara, Itu Bahaya!

Tetapi, dalam kondisi PPKM yang seperti ini, event nobar rame-rame sudah jarang ditemui. Setiap orang nonton pertandingan di Televisi masing-masing atau via gadget. Pertaruhan rokok tetap bisa dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan dan tidak berkumpul dalam jumlah banyak.

Komentar Anda
Category : Artikel