orang merokok

Orang Merokok di Tempat Umum Tidaklah Melanggar Norma

Begitu banyak manusia membenci rokok karena ulah perokok yang tidak bertanggungjawab. Biasanya, mereka hanya melihat satu kesalahan kemudian dilimpahkan menjadi kesalahan seutuhnya. Contoh: orang merokok di tempat umum.

Beberapa perokok tidak terlihat santun karena membuang puntung rokok tidak pada tempatnya. Akan tetapi, sesungguhnya masih banyak perokok yang peduli dengan lingkungan sekitar. Sehingga, mereka membuangnya pada tempatnya.

Tapi, apa yang perokok saksikan hari ini? Kebanyakan mereka dirisak dan dihujat. Tak hanya oleh pegiat antirokok melainkan masyarakat sekitar. Sederhana saja, asapnya terlalu banyak mengganggu orang yang lalu-lalang.

Jika benar demikian, sebenarnya ada asap yang lebih mengganggu dari orang merokok. Dan, secara tidak sadar, kita menghirupnya berulangkali. Asap kendaraan bermotor. Itu jauh lebih mematikan dibandingkan asap rokok.

Belakangan ini, isu yang beredar di kalangan perokok adalah larangan merokok di tempat umum. Benarkah itu sangat mengganggu? Benarkah perlu dilarang dan diberi sanksi?

Di beberapa daerah seperti di Siak atau Kapuas, pemerintahnya telah menerbitkan larangan merokok di tempat umum. Dikatakan larangan karena dianggap melanggar norma yang berlaku.

Memangnya norma yang benar seperti apa? Menyalakan sein lampu kanan tapi belok kiri? Meludah di sembarang tempat? Atau memberikan klakson saat lampu lalu lintas masih merah?

Kadang seseorang melihat sesuatu yang salah karena merugikan dirinya sendiri tanpa melihat bahwa sebenarnya orang-orang di sekitarnya baik-baik saja. Akhirnya, kalo kata anak muda, hal yang seperti itu dikatakan baper (bawa perasaan).

Merokok adalah hak yang sejatinya bebas intervensi dari siapa pun dan apa pun. Orang lain tidak berhak menghakimi seseorang karena menganggapnya salah. Itu yang penting untuk diperhatikan.

Barangkali yang dimaksud dengan tidak boleh orang merokok di tempat umum adalah tidak merokok saat berkendara. Tentu saja itu tidak baik karena merokok sejatinya di samping kopi atau pisang goreng. Tidak merokok saat di dekat anak kecil karena sebaiknya merokok bersama teman-teman nongkrong.

Jadi, sekali lagi patut ditekankan bahwa merokok di tempat umum tidaklah melanggar norma. Hal yang keliru menempatkan merokok adalah tindakan yang keji. Sebab, ada yang lebih keji.

Tindakan menaikkan cukai rokok sementara negara berharap penerimaan cukai rokok semakin besar. Itu.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :