orang tua merokok

Orang Tua Perokok Bukanlah Hal yang Keliru

Perihal merokok di rumah tangga kerap menjadi permasalahan. Padahal, jika kita perhatikan dengan seksama, andai punya ruangan terbuka di rumah, merokok pun tak jadi masalah. Begitu pun ketika seorang anak ternyata memiliki orang tua perokok.

Sebenarnya bukanlah masalah yang pelik. Orang tua perokok cukup menjelaskan dengan cermat mengapa dirinya merokok. Tentu saja sebagai perokok santun, kamu tidak boleh meminta atau menyuruh anak untuk merokok.

Ada minimal usia yang mana seseorang boleh merokok. Maka tidak sembarangan memberi rekomendasi kepada orang lain terutama anak. Ia akan sadar pada pilihannya. Apakah ia merokok atau tidak merokok.

Lalu, ketakutan apakah orang tua perokok berisiko memiliki anak yang mengalami gangguan, sebenarnya bukan penelitian yang berasal dari dalam negeri. Melainkan  dari asing. Jikalau dalam negeri, hanya sebatas asumsi.

Katakanlah saya merokok. Andai anak saya mengetahui saya perokok maka memintanya untuk menjauh dari tempat saya atau saya yang menjauhkan diri. Perilaku tersebut dapat menjadi pelajaran bagi anak. Jika saya merokok, lebih baik tidak di dekat anak. Kalopun anak ingin melihat atau mengamati saya merokok cukup memintanya mengambilkan asbak.

Dari asbak, anak bisa tahu bahwa setelah merokok, puntung rokok bisa dibuang ke tempat sampah, bukan di jalan. Praktik seperti ini mengajarkan bahwa apa pun barang yang telah tidak terpakai, bisa dibuang di tempt sampah.

Dua perilaku di atas merupakan kesantunan yang perlu diterapkan orang tua. Tidak ada yang keliru dalam persoalan ini. Asalkan saling memahami satu sama lain maka semuanya sama-sama bahagia. Bukankah kita selalu diajarkan toleransi antarsesama?

Merokok, bagi sebagian orang, terkadang identik dengan sesuatu yang berbahaya. Padahal dalam setiap perbuatan, pasti ada nilai-nilai baik yang terkandung di dalamnya. Boleh jadi orang lain menghakimi satu perbuatan karena melihat dari satu pandangan.

Jika demikian, siapa yang salah? Yang berbuat atau yang mengamatinya? Tidak ada yang keliru. Sebab, setiap orang memiliki kadar penilaian yang berbeda-beda. Kita, sebagai sesama manusia, sama-sama diciptakan untuk memahami perbedaan.

Orang tua perokok bukanlah sesuatu yang keliru. Sebab, kekeliruan baru bisa muncul apabila mengajarkan sesuatu yang tidak sesuai pada tempatnya. Tetaplah menjadi orang tua yang santun kepada anak, tak terkecuali dalam hal merokok.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :