Pedagang Rokok: Profesi yang Menguntungkan

Kios-kios rokok yang bertebaran di pinggir jalan dan di gang-gang kecil seringkali kita temui. Barang dagangan utama yang dijual tentu adalah rokok, selain makanan ringan, air minum dan kadang bensin eceran. Lantas timbul pertanyaan, apakah menggantungkan hidup dari berjualan rokok itu menguntungkan? Seperti pedagang rokok, misalnya. 

Jika dilihat dari bentuk produknya sendiri, rokok adalah produk yang bersifat komplementer, konsumsi rokok bisa dikategorikan sebagai kebutuhan semi primer bagi para perokok, terlebih perokok yang dikenal nyepur atau ngebes menurut orang Jember. Merokok bukan saja gaya hidup, tapi lebih pada kebutuhan harian.

Hampir semua franchise minimarket juga menjual rokok dengan selisih harga dibandingkan dengan kios rokok dan toko kelontong. Perhitungan sederhananya, dengan menjual satu bungkus rokok, pedagang dapat mengambil keuntungan 2 hingga 3 ribu rupiah. Selisih yang lebih besar bahkan didapatkan oleh minimarket dengan selisih 700-800 rupiah. Bila satu hari mampu menjual 10 bungkus rokok, maka keuntungan minimal 20 ribu rupiah.

Baca Juga: Pria Merokok Jarang Dilirik Perempuan? Ah, Mitos

Hitungan tersebut dapat bertambah jika seorang pedagang rokok memilih letak yang strategis untuk berjualan seperti di tempat keramaian, ambil contoh Malioboro. Pedagang rokok asongan di Malioboro rata-rata mampu menjual 15 bungkus rokok tiap malamnya, belum lagi ditambah jika berkeliling siang hari. Itupun dengan selisih harga yang lebih tinggi dibandingkan harga normal, selisihnya di kisaran 5000-10.000 rupiah.

Apabila seorang pedagang rokok per hari mempunyai omzet 20.000-40.000 rupiah, dikalikan 30 hari, hasilnya adalah Rp1.200.000. 

Jualan Rokok Itu Menguntungkan

Rokok juga bisa dijual secara eceran atau ketengan. Pedagang angkringan biasanya menjual produk tersebut dengan cara ini. Per batang keuntungannya bisa 500-1000 rupiah, tergantung merek. Perokok yang tidak mempunyai cukup uang untuk membeli rokok satu bungkus, biasanya lebih memilih untuk beli eceran atau paket eceran 5000 dapat 3 batang untuk menyiasati keterbatasan kantong.

Asumsi perhitungan tersebut tentu akan dapat dikombinasikan jika seorang pedagang rokok juga berjualan minuman ringan dan jajanan. Rokok adalah barang yang dapat disimpan hingga 3 bulan asalkan disimpan di tempat yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu lembab.

Perhitungan sederhana keuntungan pedagang rokok di atas tentu menjawab pertanyaan apakah menjadi pedagang rokok menguntungkan. Ya, kalau melihat marjin keuntungan yang didapat, tentu tipis, tapi volume keuntungan lebih besar dibandingkan dagangan lain, ditambah lagi dengan perputaran dagangan yang cepat. Ini tentu menjadi keuntungan tersendiri apabila kamu mencoba peruntungan berjualan rokok jika tidak diterima tes CPNS tahun ini.

Baca Juga: Buang Puntung Pada Tempatnya, Wujud Laku Perokok Santun

Komentar Anda
Category : Artikel