rokok murah

Peneliti: Rokok Tidak Menularkan Virus Corona

Sejak terungkapnya puluhan kasus positif buruh pabrik rokok Sampoerna, muncul isu soal rokok bisa menularkan virus corona. Anggapan ini muncul lantaran pekerja yang membuat rokok positif corona, dan katanya bisa menularkan rokok yang diproduksinya. Isu ini menyebar cepat, dan menjadi hal yang dipercaya oleh banyak orang.

Apalagi kemudian muncul kabar kasus positif buruh pabrik rokok selain di Surabaya. Hal ini membuat isu tersebut makin menyebar dan membuat orang menjadi takut terhadap rokok. Padahal, secara ilmiah hal tersebut terbukti tidak benar dan telah dibantah secara ilmiah oleh peneliti.

Adalah Ketua Tim Riset Corona dan Formulasi Vaksin Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Chairul Anwar Nidom, yang menyatakan jika rokok tidak menularkan Covid-19. Menurutnya, virus corona tidak dapat bertahan hidup di benda mati atau produk yang tidak ada bahan biologinya. Kalaupun terdapat bahan biologis yang menempel seperti ludah atau kotoran, virus hanya mampu bertahan 8-12 jam.

Pada konteks produk rokok, biasanya hasil produksi dari pabrik akan lebih dulu disimpan di gudang. Hal ini membuat virus, seandainya memang ada, akan mati sebelum produk didistribusikan ke toko-toko ataupun ritel. Artinya, dengan rentang waktu yang cukup lama dari produksi, rokok tetap akan aman dari virus corona ketika dikonsumsi publik.

Satu-satunya hal yang membuat rokok memungkinkan menjadi sarana penyebaran virus hanyalah ketika terjadi aktivitas join rokok. Maksudnya, aktivitas mengonsumsi sebatang rokok secara bersama-sama yang membuatnya berpindah dari tangan ke tangan dan dari mulut ke mulut. Jika kemudian adalah satu dari orang yang joinan itu positif, yang lain dapat tertular.

 

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :