perokok

Perokok Zakat Itu Biasa Saja

Sudah separuh lebih puasa dijalankan oleh umat muslim. Menjelang akhir ramadan ini perokok bakal dengan senang hati bersungguh-sungguh puasa. Sebagian ada yang mulai kembali berpuasa dan sisanya berharap bisa tuntas menyelesaikan full puasa. Namun bagi para pegiat anti rokok? Tentu kekesalan mereka akan timbul lagi. Lantaran perokok akan kembali menjalankan rutinitas merokoknya seperti biasa pasca ramadan.

Sudah, kita sebagai kaum perokok tak usah ambil pusing akan persoalan mereka itu. Yang kini wajib kita lakukan adalah membenarkan pandangan kepada masyarakat, perokok tak melulu dianggap mengeluarkan berapapun duit untuk membeli rokok, dan menghilangkan kewajiban yang penting seperti zakat.

Cara pandang seperti itu jelas-jelas salah lho. Tidak bisa kita memukul rata perekonomian masing-masing orang bahwa sebagian besar uangnya ditujukan untuk membeli rokok.
Setiap kebutuhan dari kita tentu berbeda-beda, mungkin ada yang secara finansial belum bisa untuk membeli sebungkus rokok.

Namun bagi para perokok yang uangnya pas-pasan. Masih bisa kok diakali dengan beberapa cara. Ingat, kita punya teman atau rokok orang yang kita kenal. Pinta saja, sembari berbisik “Indahnya berbagi kebaikan di bulan ramadan”.

Selain itu ada banyak jenis rokok murah yang bisa dibeli. Pastinya sangat bersahabat dengan kantong sobat perokok. Lalu kalau ingin lebih hemat lagi, pakai rokok lintingan (tingwe). Dengan begitu kita masih bisa merokok dengan nyaman dan bisa bayar zakat.

Zakat atau fitrah sudah jelas merupakan kewajiban penting umat muslim di bulan ramadan. Itu juga sudah tertulis di perintah agama. Dengan berzakat, perokok bisa memberi kebahagian kepada mereka yang membutuhkan.

Setidaknya, umat muslim haruslah paham bahwa rokok dan zakat adalah kebutuhan yang sama-sama penting, yang wajib ditunaikan. Dan bagi para penerima zakat, uang ataupun sembako yang mereka terima tidak bakal dibeli ataupun ditukar dengan rokok. Merayakan Idul Fitri bagi mereka yang menerima zakat jadi hal penting. Tentu mereka akan mendahulukan uangnya untuk membeli kebutuhan hidup.

Jadi, mulai sekarang mari kita benarkan cara pandang mengenai perokok. Jangan bentar-bentar perokok yang disalahin. Mereka masih bisa kok bayar zakat tanpa melupakan kewajiban penting yang ada di bulan ramadan.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :