petani tembakau

Petani Tembakau Jember Terancam Gagal Panen, Dimana Kepedulian Pemerintah?

Di masa-masa panen tembakau ini, tersimpan rasa pilu yang dirasakan oleh para petani tembakau di Jawa Timur. Tepatnya di Desa Candi, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, para petaninya terancam gagal panen tembakau.

Puluhan hektar tembakau di sana mengalami gagal panen dikarenakan beberapa faktor. Pertama di musim kemarau tahap dua ini, pasokan air berkurang. Saluran irigasi yang biasa mengalir berkurang debit airnya. Membuat petani tidak bisa mengalirkan air ke tanaman tembakau dengan optimal, hasilnya pertumbuhan tembakau menjadi lambat dan daun tidak melebar.

Bahkan beberapa daun yang tidak kena pengairan itu, selain daunnya tidak tumbuh melebar juga beberapa daun ada yang mengering dan dimakan hama ulat. Padahal yang kita tau Jember adalah pemasok tembakau yang cukup bagus, tetapi persoalan mengenai tanam dan panen tembakau masih saja terus terjadi.

Permasalahan yang tak kunjung selesai juga terjadi, pada pupuk subsidi. Harga pupuk urea subsidi di Jember wacananya akan melonjak naik dari harga sebelumnya 180 ribu nanti naik sebesar 280 ribu/kuintal. Harga yang kian naik ini diperparah dengan sulitnya petani mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut.

Langkanya pupuk bersubsidi disebabkan oleh pembatasan kuota yang dibagikan ke sejumlah petani di sana. Padahal kalau ingin mensejahterakan nasib para petani seharusnya pupuk bersubsidi itu didistribusikan secara merata. Setidaknya getih pahit terancam gagal panen ini jangan makin diperparah oleh ketidakpedulian pemerintah yang terus menaikkan harga pasaran pupuk bersubsidi.

Akan susah juga kalau semisal petani dipaksa membeli pupuk non-subsidi yang harganya sangat terlampau jauh dibandingkan dengan pupuk non-subsidi, yaitu 600 ribu per kuintal.

Oleh sebab itu, terkait komoditas tembakau di Jember, Pemkab di sana sebaiknya lebih sering perhatikan nasib petani. Hasil penghidupan mereka hanya bergantung pada itu, jika semakin dibiarkan mau tidak mau nantinya petani tembakau makin diperparah dengan kesulitan ekonomi. Dan sangat disayangkan saja, seharusnya luas tanah areal itu bisa dimanfaatkan untuk hasil panen tembakau.

Komentar Anda
Category : Artikel
Tags :