Pilih Satu Bungkus Rokok atau Ketengan?

Seorang perokok pasti pernah mengalami kanker alias kantong kering. Situasi ini biasanya disiasati dengan cara membeli rokok ketengan alias eceran. Hal ini adalah hal yang lumrah, bahwa membeli rokok tak harus satu bungkus rokok. Beberapa warung kelontong menyediakan rokok eceran, entah kalengan atau bungkusan.

Fenomena ini tentu menarik bagi perokok maupun non perokok. Bagi perokok, sering kali beli eceran dikaitkan dengan keterdesakan kantong alias kantong kering. Membeli satu bungkus rokok, tentu lebih hemat secara akumulasi,tetapi beli ketengan juga bisa lebih hemat. Lho, kok bisa? Itulah menariknya. Bagi non perokok, beli ketengan ini bisa diibaratkan membeli air mineral secara satuan. Hanya beli ketika haus saja, tidak harus beli 1 boks.

Baca Juga: Cukai Rokok Naik, RI Berpotensi Seperti Malaysia

Ada beberapa rokok yang tersedia secara ketengan, di antaranya adalah Gudang Garam Surya, GG Internasional, Djarum Super, Dji Sam Soe. Rata-rata, merk tersebut adalah rokok yang jamak diketahui di warung makan, angkringan, warung kopi, lesehan. Keterjangkauan harga makanan di angkringan membuat orang tergoda untuk membeli rokok secara ketengan untuk dinikmati setelah makan atau sambil menyeruput kopi.

Artinya, katakanlah orang jajan di angkringan dengan total Rp10.000, dan tersisa Rp5000 di kantong, tinggal dibelikan ketengan dapat 3 batang. Irit atau tidaknya tidak bisa dijadikan patokan karena setiap orang memiliki range konsumsinya sendiri-sendiri.

1 Bungkus atau Ngeteng?

Kenapa sebagian perokok lebih memilih membeli 1 bungkus ketimbang ngeteng? Karena bagi sebagian perokok, membeli rokok ketengan, misalnya Dji Sam Soe, dengan duit Rp10.000 paling cuma dapat tujuh atau delapan batang. Sementara, ada orang yang tergolong perokok yang tekun ngebul dan gemar bergaul.

Bagi perokok yang fanatik dengan satu merek dan dengan kondisi cekak, tak ada jurus lain selain membeli ketengan, karena ada kebutuhan primer untuk tidak mengabaikan kebutuhan makan. Nah, pada kondisi semacam itulah harga rokok kesayangan jadi terasa mahal.

Hal itu tentu berbeda dengan beli rokok sebungkus. Ada pola tertentu yang bisa diterapkan untuk membagi rokok satu bungkus agar bisa lebih hemat. Katakanlah Djarum Super isi 12, maka , dibagi berdasarkan siang dan malam, 6 batang untuk siang dan 6 batang untuk malam. Cara ini bisa diterapkan pada rokok yang satu bungkusnya berisi 16 batang. Untuk menyiasati keterbatasan kantong, intinya. 

Baca Juga: Orang Merokok Lebih Santai dan Rileks

Komentar Anda