Cukai rokok

PKB Tolak Kenaikkan Cukai Rokok 23%

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa Bidang Ketenagakerjaan dan Migran, Dita Indah Sari, menyatakan sikap menolak kenaikkan cukai rokok di angka 23%. Menurutnya, kenaikan cukai rokok dirasa dapat berdampak secara sistemik terhadap nasib petani tembakau dan tenaga kerja yang terlibat dalam industri hasil tembakau. Hal ini Ia sapaikan setelah berteu dengan buruh pabrik rokok di Sidoarjo Jawa Timur Minggu kemarin.

Menurutnya, kenaikan cukai pada batas-batas tertenu masih bisa diterima. Namun, tidak di angka 23% seperti dorongan pemerintah, melainkan hanya di kisaran 12%-15% saja. Jika lebih, dampaknya akan menjangkau beragam lapisan masyarakat yang terlibat di industri ini.

Jika memang alasan pemerintah untuk menaikan cukai rokok adalah demi mencegah semakin banyaknya perokok di bawah umur, Dita menilai pemerintah bisa melakukannya dengan cara lain yang lebih baik dan efektif. Bukan dengan menaikkan cukai setinggi-tingginya hingga merugikan banyak pihak, tapi dengan penguatan edukasi pada anak-anak agar tidak merokok sebelum usia dewasa.

“Juga pemerintah dapat meningkatkan sosialisasi mengenai dampak merokok dan melakukan penegak hukum terhadap pihak yang melanggar aturan mengenai tata niaga rokok. Bukan dengan serta merta menaikkan harga cukai rokok,” ujar Dita.

Selain itu, lanjut Dita, kenaikan cukai rokok secara drastis juga dapat membawa efek terhadap banyaknya rokok ilegal yang beredar di pasaran. Hal tersebut jelas saja membawa kerugian bagi negara, petani, dan industri. Negara tidak mendapatkan pemasukan cukai, panen petani dibeli murah, dan industri yang beli cukai mahal dikadali oleh rokok ilegal karena harganya yang jauh lebih murah.

Lalu, kenaikan cukai rokok yang sangat besar bisa berimplikasi terhadap nasib jutaan tenaga kerja Industri hasil tembakau. Karena kanaikan cukai rokok dapat menganggu stabilitas industri yang berujung pada PHK masal, serta merugikan rantai distribusi yang berpangkal pada jutaan petani tembakau di seluruh Indonesia.

“Juga meminta pemerintah¬† memperhatikan nasib jutaan petani tembakau dengan memberikan standar harga terendah pembelian tembakau. Tujuannya agar nasib petani tembakau dapat terjamin,” kata Dita.

Komentar Anda
Category : Kabar
Tags :