Puntung Rokok Tidak Identik dengan Kebakaran

Kebakaran senantiasa membikin orang mengelus dada. Sebab, si jago merah sering kali meluluhlantakkan hingga menghilangkan bangunan kesayangan. Penyebab hadirnya jago merah bisa bermacam-macam. Mulai dari hubungan arus pendek, meledaknya tabung LPG, hingga yang paling populer adalah puntung rokok.

Benda yang terakhir itu, kepopulerannya meningkat karena dianggap mampu membakar Gedung Kejaksaan Agung. Gedung yang memuat berkas-berkas penting terkait putusan hukum bagi pelaku kejahatan fisik maupun materiil. Maka, akan sangat bersyukur apabila ternyata dokumen penting itu lenyap dan tak bersisa. Ya, karena puntung rokok lah, semuanya bisa terjadi.

Baca Juga: Misteri Jenis Rokok dalam Kebakaran Kejaksaan Agung

Akan tetapi, benarkah puntung rokok sering dianggap sebagai penyebab tunggal sebuah kebakaran gedung atau lahan?

Puntung Rokok dan Kebakaran

Sebelum memasuk benda yang satu itu, Roki mau melihat penyebab kebakaran yang pertama. Hubungan arus pendek. Itu adalah situasi ketika hubungan dengan tahanan listrik rendah kemudian mengakibatkan aliran listik menjadi besar. Apabila tidak ditangani secara serius maka menimbulkan kebakaran.

Oleh karena itu, untuk mengatasinya adalah dengen menghindari kabel listrik yang bertumpuk, jaga aliran listrik agar tidak terkena air, dan awasi penggunaannya.

Yang kedua, adalah tabung LPG. Di awal kemunculannya, tabung LPG memiliki beberapa permasalahan. Di antaranya adalah pengguna tidak tahu cara memakai tabungnya, selang bermasalah, atau tabungnya yang kondisi tidak layak pakai. Alhasil, ketika mencoba mengoperasikannya, atau memasang selang ke tabung, dalam hitungan menit, tabung akan meledak.

Berkaca dari hal tersebut, tabung LPG, kini, telah bertransformasi menjadi sesuatu yang lebih baik. Selang lebih aman dan tabung LPG lebih layak pakai. Sehingga, pengguna tidak perlu khawatir untuk mengoperasikannya.

Yang terakhir adalah puntung rokok. Ini barang memang istimewa. Jika kamu mengecek di Google terkait puntung rokok, khususnya kategori berita, akan banyak kasus dahsyat karenanya. Di beberapa daerah, barang tersebut menjadi penyebab kebakaran meskipun belum diketahui kebenarannya.

Sebab, acap kali judul berbeda denga nisi. Dikatakannya puntung sebagai penyebab, tapi ketika dicek di isi, jarang ada penyebutan puntung. Bahkan, itu pun baru spekulasi atau dugaan. Lalu, jika dugaan, mengapa harus barang tersebut. Apakah tidak ada benda lain?

Baca Juga: Benarkah Bahaya Rokok Lebih Dominan?

Sayangnya, hal tersebut tampak diabaikan. Puntung rokok sangat cocok sebagai media darling. Lebih mudah dalam pencarian di Google. Lebih mudah pula untuk mengatakan bahwa, “jangan merokok, nanti bisa menjadi penyebab kebakaran”. Hhhhh

Komentar Anda