Sengketa Logo Rokok Gudang Baru

Gudang Garam kembali menggugat Gudang Baru. Setelah hampir terhenti dua tahun lamanya, Gudang Garam (lagi-lagi) bersitegang dengan Gudang Baru terkait logo yang terpampang. Klaim dari Gudang Garam, rokok Gudang Baru telah menduplikasi, bahkan menganggapnya plagiat, logo yang telah identik dengan Gudang Garam.

Tentu saja, ini menguak cerita lama. Akan tetapi, tampaknya kali ini Gudang Garam lebih serius. Mereka sampai mengeluarkan pernyataan ke Kemenkumham agar menganulir logo tersebut. Bahkan, tidak hanya itu, melainkan juga mencoret semua merek dagang rokok Gudang Baru.

Baca Juga: Ini 3 Perusahaan Rokok Besar di Indonesia

Ini baru benar-benar pertempuran. Tapi, tunggu dulu. Bukankah menjadi hal yang wajar atau lumrah ketika sebuah merek besar, pasti akan ada saingannya? Jika tidak bisa menyerupai rasa, mereka akan menyerupai bentuk atau bungkus. Contoh Dunhill yang disaingi oleh Dalil. Itu pun bukan rasa, bentuk, atau bungkus. Melainkan pengucapan.

Langkah Gegabah Gudang Garam?

Bagi Roki, jujur saja sebenarnya untuk persoalan rasa, Gudang Garam lebih baik. Soal logo, orang akan lebih mudah mengingat Gudang Garam yang identik dengan rel kereta api. Bungkus rokok pun juga lebih baik. Lalu, kenapa dipermasalahkan?

Barangkali persoalan nama baik. Sebab, ya memang perkara nama baik itu sulit untuk dipulihkan. Akan tetapi, masa, iya, sih, Gudang Garam sampai meminta Kemenkumham untuk mencoret seluruh merek di bawah unit usaha Gudang Baru?

Barangkali pula, ada persoalan yang lebih besar. Persoalan konsumsi. Meskipun pendapatan dari cukai rokok pada 2020 naik, boleh dibilang industri rokok sedang lesu. Karyawan dirumahkan, penurunan level golongan terhadap pabrik rokok tertentu, produksi dibatasi, hingga yang paling parah, pabrik gulung tikar.

Oleh karena itu, melihat permasalahan Gudang Garam harus secara holistik. Tidak bisa hanya parsial. Jangan-jangan memang perkara orang yang sekarang lebih mudah mengingat Gudang Garam ketimbang rokok Gudang Baru. Atau, konsumsi Gudang Baru mengungguli Gudang Garam.

Yang jelas, ini harus dicermati dengan baik. Sebab, bisa jadi perokok melihatnya justru menjadi sesuatu yang buruk bagi Gudang Garam. Brand image dan brand awareness Gudang Garam akan tergerus. Jadi, polemik ini bisa menjadi buah simalakama bagi Gudang Garam.

Baca Juga: Apa Rokok Indonesia Paling Laris?

Komentar Anda