Buruh rokok

Serikat Buruh Rokok Tolak Kenaikan Cukai

Para buruh rokok yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM) menggelar aksi menuntut agar pemerintah membatalkan rencana kenaikan cukai rokok. Bagi mereka, kebijakan ini akan merugikan dan mengancam status pekerja industri rokok. Dalam aksi ini, mereka juga menggelar audiensi dengan Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan.

Ketua FSP RTMM Sudarto meminta pertanggungjawaban pemerintah atas penurunan penghasilan pekerja di industri rokok akibat kenaikan cukai ini. Selain itu, mereka juga meminta jaminan dan perlindungan dari pemerintah atas risiko PHK yang mereka dapatkan. Terutama, karena hal ini menyangkut hak pekerja serta prosedur PHK.Buruh rokok

Seperti dikabarkan sebelumnya, pemerintah berencana untuk menaikkan cukai rokok sebesar 23% dan harga jual eceran sebesar 35% untuk tahun 2020. Hal ini, menurut Sudarto, dikhawatirkan berdampak pada kelangsungan lapangan pekerjaan para buruh rokok dan sebagian anggota FSP RTMM. Tuntutan yang mereka sampaikan, lanjutnya, adalah hasil dari kajian serikat pengenai kebijakan tersebut.

Selain itu, mereka juga meminta jika kebijakan cukai rokok ini wajib memperhatikan masukkan dari serikat pekerja dan pihak-pihak terkait lainnya. Mengingat industri ini melibatkan banyak sekali pihak dan orang yang mencari hidup.

“Industri rokok kretek sebagai industri khas Indonesia dan padat karya hendaknya menjadi perhatian lebih dari pemerintah, terutama terkait aspek kelangsungan dan kesejahteraan pekerja,” tegas Sudarto.Buruh rokok

Efek lain di luar urusan pekerja, kenaikan cukai ini bakal menumbuhkan potensi peredaran rokok ilegal dengan sangat tinggi. Padahal, tingginya peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara, tapi juga para pelaku industri, pekerja, dan petani. Bukan hanya tidak menghasilkan cukai, tapi para pekerja di sektor ilegal bakal diupah murah, serta tembakau yang dibeli dari petani hanya menghasilkan harga murah.

Apabila pemerintah tidak menanggapi masukkan dari buruh rokok yang tergabung dalam FSP RTMM-SPSI, Sudarro menegaskan, pihaknya akan melakukan unjuk rasa secara nasional di seluruh Indonesia. Jika memang negara tidak mau mendengarkan suara buruh rokok, maka hanya ada satu kata: lawan!

Komentar Anda
Category : Kabar
Tags :