rokok

Sesat Pikir WHO Soal Rokok Menularkan Corona

Begini, sejak awal pandemi corona meluas, dan menjadi perhatian masyarakat banyak, saya menyesalkan segala pembahasan yang disangkutpautkan dengan rokok. Bukan apa-apa, cara berpikir seolah menyebut rokok sebagai salah satu penyebab corona adalah tidak benar. Berikut akan saya jelaskan kenapa begitu.

Sejak awal penyebaran virus ini disebabkan oleh droplet, atau tetesan air yang berasal dari liur orang positif corona. Bahwa kemudian bisa ditularkan melalui kontak yang menyangkut mulut, hidung, atau mata, semua berasal dari droplet ini. Karena itulah sejak awal arahan untuk sering-sering mencuci tangan adalah hal wajib untuk pencegahan penularan virus.

Nah, penjelasan WHO soal merokok dapat menularkan virus corona ini bersumber dari kejadian di atas. Menurut mereka, aktivitas merokok yang menggunakan tangan dan dilakukan dengan menyulut rokok di mulut rentan terhadap penyebaran. Satu hal yang mungkin bisa dianggap benar, tetapi keliru cara berpikirnya.

Begini, kalau cuma karena mengonsumsi sesuatu seseorang dapat tertular, harusnya hal ini berlaku juga pada banyak hal. Misalnya makan. Apakah kemudian WHO menyatakan bahwa aktivitas makan dapat menyebabkan penularan virus corona? Sepertinya belum ada pernyataan demikian.

Ingat, yang namanya makan juga berhubungan dengan dua hal, tangan dan mulut. Sepanjang seseorang tidak membersihkan tangannya yang punya potensi terpapar virus corona setelah beraktivitas di luar rumah, apa pun yang dilakukannya bisa saja menjadi penyebab dirinya terkena Covid-19. Pun dengan segala aktivitas yang berkaitan dengan mulut, bisa saja aktivitas ciuman dapat menularkan virus tersebut. setidaknya, potensinya ada.

Karena itu ketika WHO menggunakan standar ganda terhadap rokok, dengan menyebutnya sebagai penyebab penularan virus corona, ini adalah sebuah upaya penyesatan yang tidak dapat diterima. Bagaimana pun, merokok atau tidak, seseorang punya potensi tertular virus corona sepanjang tidak mau menjaga diri dengan hidup bersih dan mengurangi aktivitas publik.

Penyesatan publik yang seperti ini harus kita lawan, sebaik-baiknya sehormat-hormatnya. Jangan sampai kondisi sulit di masa pandemi macam begini dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk menyudutkan rokok. Bukannya saling membahu dan membantu malah bikin sesat pikir macam begini, ternyata memang Cuma segitu kelasnya WHO.

Komentar Anda
Category : Kabar
Tags :