simplifikasi cukai rokok

Tiga Usulan Untuk Kenaikan Cukai Rokok

Jelang akhir tahun, wacana tentang kenaikan tarif cukai rokok kembali mencuat. Memang setiap tahunnya, kenaikan tarif cukai rokok adalah hal yang hampir pasti terjadi. Paling, hanya untuk tahun 2019 saja tidak terjadi kenaikan karena berlangsungnya Pemilu.

kretek tangan dengan cukai rokok

Menanggapi wacana ini, Ketua Gabungan Pengusaha Rokok (Gapero) Surabaya Sulami Bahar menyampaikan tiga usulan kepada pemerintah agar kenaikan tarif cukai rokok tidak membebani masyarakat. Pertama, untuk sigaret kretek tangan (SKT) harus diberikan insentif tambahan dalam bentuk perluasan batas jumlah produksi khususnya di golongan II dan III. Mengingat ini merupakan sektor padat karya, pemerintah perlu lebih memperhatikannya.

Kemudian, kenaikan tarif cukai rokok dan harga jual eceran harus berdasar pada kenaikan inflasi. Jangan sampai, kenaikan tarif melebihi inflasi sehingga membebani pengusaha. “Pemerintah hendaknya bijak dalam menyikapi kondisi Industri Hasil Tembakau (IHT) saat ini,” ujarnya

Terakhir, pemerintah harus menjalankan pengendalian harga transaksi pasar dengan pembatasan minimum 85% dari harga jual eceran. Hal ini  harus tetap dipertahankan pemerintah agar menciptakan persaingan sehat antar pengusaha.

Selain itu, pihaknya juga meminta pemerintah tidak menerapkan kebijakan cukai yang mengancam kelangsungan industri. Misalnya, seperti kebijakan penggabungan akumulasi batasan produksi sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM). Tidak hanya merugikan pengusaha lokal, tapi kebijakan ini hanya menguntungkan pengusaha asing.

Penggabungan juga ini dinilai akan memberatkan industri hasil tembakau (IHT) terutama industri golongan kecil dan menengah. Persaingan akan semakin menguntungkan rokok asing, dan UMKM bakal gulung tikar lagi.

“Kami sangat tidak setuju dengan penggabungan volume produksi SKM dan SPM maupun simplifikasi, karena sangat memberatkan industri, terutama industri kecil,” ucapnya.

Melihat keluhan para pengusaha, pemerintah sebaiknya memang memperhatikan baik-baik segala langkah terutama dalam kebijakan cukai. Mengingat ada begitu banyak industri kecil yang sudah glung tikar sejak 2010 karena kebijakan yang tidak berpihak. Apalagi, perusahaan yang gulung tikar justru merupakan perusahaan kecil dengan pekerja banyak. Jangan sampai industri padat karya kita justru hancur di tangan pemerintah sendiri karena kebijakan yang buruk.

Komentar Anda