Aksi Petani Tembakau di Jakarta pusat. Foto: Economiczone

Yang Berat Itu Bukan Rindu, tapi Kenaikan Cukai

“Yang Berat Itu Bukan Rindu, tapi Kenaikan Cukai”

Sebuah kain berwarna hitam yang bertuliskan permohonan kepada presiden terbentang di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat. Kain tersebut dipegang oleh beberapa petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Aksi itu setidaknya diikuti oleh 120 petani.

Aksi tersebut adalah bentuk permohonan sekaligus protes agar jangan terjadi lagi kenaikan cukai rokok 2021. Sebab, isu yang berkembang adalah terjadi kenaikan cukai rokok 2021 sebesar 17%. Jika hal tersebut terjadi, akan membuat kesulitan bagi sektor industri hasil tembakau (IHT), khususnya petani tembakau.

Salah satu petani yang ikut aksi tersebut, Triwidodo dari Sragen menyatakan dengan yakin bahwa jika cukai rokok 2021 naik, harga tembakau jelas anjlok. Tentu saja pernyataan tersebut diperkuat pula dengan beberapa kain hitam yang bertuliskan keluhan.

“Harga Tembakau Hancur Tahun 2020, Apalagi Cukai Rokok Naik Tambah Hancur Lagi”

“Kamu Nikmat, Petani Tembakau Sekarat”

“Bapak Presiden Jokowi, Kami Mohon Jangan Naikkan Cukai Rokok”

“Petani Tembakau Jangan Dijadikan Tumbal Pembangunan”

Kata demi kata diuntaikan menjadi sebuah kalimat yang bermakna permohonan sekaligus sindiran. Pasalnya, dalam beberapa kali kesempatan, saat Jokowi masih menjadi calon presiden, beliau mengatakan bahwa akan memperhatikan kesejahteraan petani tembakau.

Maka, tak heran pula beberapa petani yang ikut dalam aksi tersebut menggunakan baju putih bertuliskan “Joko Widodo – Ma’ruf Amin 01”. Aksi tersebut juga bentuk kekecewaan yang ternyata janji tinggallah janji. Tak ada bukti dari seorang presiden hingga hari ini.

 

Ancaman Pengangguran

Sekadar informasi dari Roki. Kenaikan cukai rokok sebenarnya telah naik sebanyak 23% pada tahun 2019. Hal tersebut menyebabkan harga rokok meningkat sebesar 35%. Tentu saja ini membuat konsumsi rokok menurun. Imbasnya adalah produksi dari pabrik juga ikut tersendat.

Hal ini juga diperparah dengan hadirnya pandemi. Beberapa pabrik mengetatkan ikat pinggang dengan merumahkan beberapa karyawan. Tak pelak, jumlah produksi rokok tahun 2020 dipastikan menurun. Apalagi jika cukai rokok 2021 benar-benar terjadi kenaikan.

Yang terjadi adalah seperti ini: pabrik gulung tikar dan pengangguran meningkat.

Lalu, bagaimana nasib petani tembakau? Hanya bisa berharap, berharap, dan terus berharap bahwa pemerintah benar-benar mengerti kondisi petani tembakau saat ini.

 

Sumber foto: economiczone.id

Komentar Anda